“Motivasi atau apapunlah namanya, menurutku, itu soal mindset, masalah cara berpikir.”
Oleh Octa Srirahayu
Mas dan Mba yang berbahagia, pernahkah kalian membaca hashtag #janganlupabahagia berseliweran di timeline fesbuk atau di kepsyen instagram? Pasti seringlah, ya. Kira-kira itu cara orang memberikan semangat atau kata-kata motivasi buat dirinya dan kita semua. Tentu niatnya sangat mulia sekali.
Tapi, aku pada kesempatan ini pengen menyampaikan pandanganku terhadap ungkapan itu.
JANGAN
Gini Mas dan Mba,
Akutuw secara pribadi sangat membatasi penggunaan kata ‘jangan’ dalam kehidupan dunia yang fana ini. Kenapa? Karena menurut hematku, kata ‘jangan’ itu malah berkonotasi negatif dengan keinginan kita pengen bahagia. Bahkan bisa jadi justru kitatu semakin memastikan hal apapun yang bersandingan dengan kata ‘jangan’ tidak akan pernah terjadi dan gak boleh terjadi sampai kapanpun.
Ada sugesti dari dalam diri kita untuk menghindari objek perintah dari kalimat yang dimulai oleh kata ‘jangan’. Contohnya, “jangan mendekati zina”. Otomatis pikiran kita langsung melihat satu perintah yang ga bole dilakuin.
Sekarang kita lihat gimana aplikasi dalam kehidupan sehari-hari.
Ibu: “Jangan manjat-manjat nanti jatoh!”
Anak: *Berpikir gak boleh sama sekali manjat kalau manjat nanti jatoh.
Mas dan mba yang manis, tahu gak saat kita menggunakan kalimat ini kepada anak-anak, itu sama dengan kita sedang men-sugestikan ke anak bahwasannya memanjat itu hal yang buruk. Udah de lu kaga usah manjat. Sampe gedenya dia ga pernah mau manjat karena takut jatoh. Yang bahaya kalo dia udah nikah dan berumah tangga, anak baik ini ga pernah mau manjatin loteng rumah sekedar memperbaiki genteng yang bocor. Masa yang begituan juga isterinya disuruh manjat? Padahal kalau kita didik anak-anak dari kecil dengan mengganti kata ‘jangan’ dengan kata ‘hati-hati’, efeknya tentu akan jauuuhhh lebih positif. Dia akan tumbuh menjadi laki-laki bertanggung jawab. Ga hanya bisanya bilang I Love You, tapi ga berani ngajak nikah. Yang suka ninggalin kita pas lagi sayang-sayangnya. (Lahh malah curhat).
Nah, kalau mas dan mba yang kece badai udah paham sampai di sini, aku juga mau kasih sedikit info yang menggelitik. Ini rahasia kita-kita aja, ya. Ada perbincangan yang sering terjadi antara pasangan yang sudah menikah. Yang jomblo ga ngerti ne pasti hehe..
Isteri: “Jangan lama-lama pulangnya ya, Mas!”
Suami: “Iya, Beib.” *Dalam hati, “njir, gw kok diatur-atur si!”
Mba sayang, yang namanya suami itu adalah seorang imam, dia tu leader. Leader gak bakalan mau diperintah, mailov. Masa imam mau baca ayat sholat tiba-tiba isterinya bilang, “ayatnya yang pendek aja yank, aku mau masak ntar kamu telat makan, asam lambungmu kambuh nanti aku lagi yang disalahin.” So, ga usah kamu kasih kalimat perintah. Atasan di perintah ya KZL BGT dong! Sampai di sini pahamlah ya mas dan mbanya. Kalo belum bisa diulang lagi baca dari awal yach. Hehehe..
Iklan dulu cyinn. Tahukan Herbalife? Hihi

Lanjut diskusinya yuk..
Sebagai alternatifnya kamu bisa mengatakan ini kepada orang yang kamu sayang itu;
Isteri: “Cepat pulang ya, Masay.”
Suami: “Ahsyiapp, Darl.” (dalam hati) “Doi gak bisa jauh-jauh dari gw ne.”
Tuch, tersanjungkan lakik lo. Seneng dia mah. Dan kamu bisa lebih mengekspresikan cintamu dengan tepat dan asoy mlehoy. Paansik.
LUPA
Dalam ilmu psikologi, orang yang sering galfok atau susah konsentrasi dan pelupa (padahal belum tua), kalo bahasa aku ‘penuaan sel otak’ hehe.., penyebab utamanya adalah karena terlalu sering berjuang untuk melupakan seseorang (lagi luka batin dianya dear). Penyebab lainnya karena kebiasaan buruk terlalu sering mengatakan; “Lupa gw”, “Yach… lupa dech”, “Sorry… lupa”, “Lupa akunya”, Yaelah banyaklah pokoknya. Kemudian, saking seringnya mengatakan lupa lupa lupa itu, ketahuilah sayang kamutu udah mensugesti dirimu sendiri ke alam bawah sadarmu bahwa kamutu pelupa. Kalo kelamaan seperti ini kamu bisa-bisa kena penyakit Alzheimer, lho. Alzheimer paan?
Alzheimer itu, menurut ilmu kesehatan, adalah sejenis sindrom yang menyebabkan otak mengecil dan dapat mengakibatkan ingatan seseorang menghilang. Penyakit ini dapat membuat sebagian sel-sel di otak tidak berfungsi dan membuat otak mengalami kemunduran kemampuan secara signifikan. Gejala awal alzheimer ya itu tadi, bawaannya lupa. Lupa narok barang. Lupa tadi ngomongin apa sih. Trus pas lagi mau manggil laki, tiba-tiba lupa namanya “eh nama lu siapa sih gw lupa?” 😁
Akutuw orangnya gak suka nakut-nakuti yo.. Lw mase sama mbae dah sering lupa sampai-sampai lupa hari ini hari apa, apalagi yang akuh paling kezel tuch kalo kamu lupa birthday nya akuh. (Modus minta kado). Artinya kamu harus ikut terapi. Terapi buang sampah jiwa supaya kamu selamat dan bahagia. Gejala awal jiwa kamu udah mulai bermasalah bisa dideteksi dengan indikasi munculnya migrain dan naiknya asam lambung, karena asam lambung itu muncul 80 % dari pikiran. Kalo kamunya ngeyel gak mau ikut terapi, akunya takut kalau kamu kelak bakalan dikunjungi sama si ̶a̶l̶p̶u̶k̶a̶t̶ alzheimer.
Dan, itulah poin-poin pentingnya kenapa akutu kok ya ga setuju dengan kata-kata dan hashtag #janganlupabahagia itu. So, setelah kamu membaca penjelasan akuh di atas kamu bisa nilai dan menyelami sampai ke dasar hatiku. Aku kalo sekali bilang sayang, akan tetap sayang sama kamu. (?*#!;)
Mas an mba yang senyumnya menawan,
Sebenernya aku paham kok maksud dan tujuan kamu itu untuk kasih semangat orang yang kamu sayang.
Tapi, aku berpikir sepertinya ini tidak efektif. Justru untuk jangka panjang malah bisa memperburuk keadaan orang yang kita support. Motivasi atau apapunlah namanya, menurutku, itu soal mindset, masalah cara berpikir. Cara kita melihat diri kita dan situasi sekitar kita. Jadi, efek yang pertama harus dimiliki itu harusnya pikiran yang positif. Pikiran positif itu lahir dari asupan rangsangan yang positif pula.
Aku khawatirnya, semakin banyak dan sering kita beri diri dan orang yang kita sayang kalimat-kalimat negatif, nanti akan merusak perkembangan sel otaknya juga. Hiwh kan gaswat tu.
Sayang, kalo kamu setuju dengan aku, mau gak kamu ganti hashtag #janganlupabahagia yang sering kamu gunakan menjadi #dimudahkanbahagiamu 😍🙆
Semoga dimudahkan bahagiamu dan bahagiaku yach. Aku nulis ini karena sayang banget sama kamu lho. Kamunya aja yang ga peka.
