kopi travel blog

jauh berjalan banyak dilihat

Kedai Kopi Arif : Ngopi adalah Pengalaman

“Seperti kehidupan yang dibangun dari pengalaman-pengalaman.”


Oleh Heri Prasetiawan

Si Hitam Manis ini selalu menggoda. Engga pagi, engga siang, bahkan mau tidur pun selalu terbayang. Begitu juga aku siang ini yang lagi duduk berdua menikmati indahnya cinta bersama dia, si Hitam Manis kesayangan p̶a̶r̶a̶j̶o̶m̶b̶l̶o̶, yakni secangkir kopi. Kopi tanpa narasi, tanpa basa basi dan tanpa kamu yang sukanya menuntut aku harus inilah itulah, kamu dah sholat, dah makan dan bla bla (malah curhat), hanyalah air berwarna hitam yang ga banyak tingkah.

Siapa yang ga kenal dengan kopi?
Komoditas pertanian kebanggaan sejak dahulu kala ini adalah bahan penghasil minuman yang ngehits banget, termasuk aku, kopi adalah minuman spesial bagiku.

Jauh sebelum merebaknya kedai kopi kekinian, ngopi sebenarnya sudah menjadi gaya hidup masyarakat Indonesia dari semua kalangan. Tradisi ngopi di Nusantara, dari Sabang sampai Merauke, dari abang hanya untuk dek Ikke.

Budaya nongkrong di kedai terus berkembang sesuai dengan perkembangan zaman. Kedai-kedai kopi kini hadir dalam konsep dan desain yang menarik; intstagramable, fesbukable dan selfiable.

Baca juga : Kisah Parjo dan Orang Gila

Pemerhati gaya hidup dan makanan, Kevinda Soemantri, mengatakan bahwa peningkatan tren mengonsumsi minuman berkafein ini bisa dilihat sejak tahun 2014. Beberapa laporan dunia juga menunjukkan adanya peralihan dari Bar ke Kedai Kopi. Tren ini juga terjadi di Indonesia.

Namun, kali ini aku ingin mengajak kawan semua untuk bertandang ke kedai kopi di kampungku, yakni Desa Kota Baru, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar, Riau. Kebetulan aku lagi pulkam, nih. Makanya pengen kenalin kawan semua dengan Arif (34), pemilik kedai kopi yang paling ngehits di kampungku.

Tapi, jangan ngebayangin kedai kopi di sini sama dengan kedai kopi di kota dengan konsep dan desain ruangan yang kekinian. Di kedai kopi Arif kita akan langsung merasakan kedai kopi yang sebenarnya seperti di kampung-kampung. Di tengah suasana desa yang tidak bising seperti suasana kota. Justru di situlah sensasinya.

Dan, yang paling menarik di sini adalah, mas Arif menawarkan cara yang khas menikmati kopi dengan mengajak tamu melihat langsung proses kopi diracik, kita juga bebas berbincang dan nanya-nanya tentang kopi.

Desa Kota Baru ini bagi orang yang sudah pernah ke mari akan selalu ingat dengan kopinya, banyak juga lho yang sengaja mampir ke mari hanya untuk menikmati kopi. “Kopi ini langsung dari Pulau Jawa saya pesan,” kata Arif. “Ini murni 100 persen biji kopi asli. Makanya saat saya giling aromanya tuh sangat khas. Aroma kopinya tidak pernah hilang ataupun bercampur sedikitpun dengan aroma lain,” lanjutnya.

Segelas kopi tersaji, bukan hanya sebagai minuman pesananku, namun kopi hadir dengan segala cerita dibelakang kenikmatannya; tentang asal muasal, tentang petani penanamnya, tentang filosopi kehidupan, budaya—- semua dijelaskan kepadaku. Maka nikmat kopi mana lagi yang kau dustakan kawan.

Tidak hanya aku yang menjadi penikmat kopi di desaku, pemuda desa, aparat pemerintah, guru agama, sopir truk, pengangguran, preman tobat juga menjadi pelanggan tetap di kedai kopi Arif.

Riyatno dan Nanang misalnya, bagi mereka ngopi udah jadi ritual wajib setiap harinya. “Di kedai ini kami tidak hanya menikmati kopi, tapi juga meningkatkan tali silaturahmi. Ngobrol dengan banyak orang. Karena hampir semua pemuda penikmat kopi nongkrongnya di sini. Udah banyak tempat kami tongkrongi untuk menikmati kopi, tapi tetap di sini kami bisa merasakan kepuasan batin yang haqiqi dari kopi. Kedainya sederhana, namun yang paling penting kopinya luar biasa. Buat apa kedai di tata dengan cantik, tapi kopinya ga bikin puas. Lebih baik ngopi di rumah bareng istri sambil menikmati senyumnya yang menawan,” ungkap mereka kepadaku. (Yelah bgg, jerit batinku yang jomblo ini..)

Baca juga : Andai Dia Bukan Abangmu

Jika nanti sewaktu-waktu kawan datang ke mari, ke kampungku ini, jangan lupa singgah barang sebentar di kedai kopi Arif. Ga usah khawatir tersesat, karena semua orang kampung tahu di mana kedai kopinya.

Ngopi adalah pengalaman, seperti kehidupan yang dibangun dari pengalaman-pengalaman. Banyak berjalan, banyak pula yang dilihat. Banyak tahu tempat ngopi, banyak pula yang dipelajari. Salam kopi, kawan.

#janganlupangopi

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai