Author : Puan Seruni
Maha Besar Allah yang menciptakan Pre-menstruasi syndrome (PMS), berikut efeknya yang fantastik. Sebuah fase yang menurut saya lebih menyakitkan secara fisik dan emosi dibanding saat haid itu sendiri. Banyak yang mengatakan ini fase lebaynya seorang perempuan. Meskipun ini tidak dibuat-buat dan bisa dijelaskan secara medis.
Saya sendiri selalu merasa mendadak menjadi psikopat di kala PMS. Ada kalanya merasa kerasukan alien. Bayangkan saja, tiba-tiba saya bisa begitu mewek, air mata mengalir begitu saja. Padahal suasana lagi lucu-lucunya. Entah mendadak ingat apa. Kemudian tiba-tiba judes aja bawaanya. Padahal gak ada yang ngomong salah. Atau tiba-tiba merasa sensi, ga boleh tersinggung dikit padahal yang menyinggung juga gak ada. Hal-hal receh pun bisa jadi masalah besar. Kemudian seketika merasa bahagia banget, sangat good mood, pengen tampil cantik dan feminim. Atau tiba-tiba kaya orang ngidam, padahal suami aja gak punya (eh 😅). Pengen makan atau minum sesuatu yang kayanya kalo gak dapat bisa mati saat itu juga. Suatu waktu merasa tubuh saya penuh energi seharian. Begitu bersahabat dengan insomnia sambil mengerjakan pekerjaan rumah hingga masuk waktu subuh. Di lain waktu merasa lelah berkepanjangan, padahal gak ngapa-ngapain dan pengennya cuma rebahan. Semua hal reaktif itu terjadi dalam waktu singkat diiringi rasa nyeri dan pegel yang terasa mulai dari kaki, pinggang, rahim, payudara sampai kepala. Ditambah rasa mual, pusing, mules, dan kejang. Kondisi yang sangat melelahkan lahir dan batin.
Fase yang tak mengenakkan itu datang setiap bulan, bisa seminggu atau beberapa hari saja menjelang menstruasi. Meski saya sudah biasa mengalami, tapi tetap saja terasa berat harus siap merasakan siklus itu. Terutama ketika bertugas dimana pekerjaan lagi banyak-banyaknya, lagi sibuk-sibuknya, dan lagi berhadapan dengan banyak orang. Harus tahan-tahan diri. Di saat yang sama juga berharap orang mengerti apa yang saya rasakan. Ribet ya? Seperti lirik lagu lawas wajah tetap tersenyum meski hati kebakaran dan sembari menanggung senggugut. Paduan rasa sakit, nyeri dan kejang di bagian rahim, yang bikin gemetaran dan keluar keringat dingin. Ada kalanya tak bisa tertahan, ya akhirnya lepas kontrol, ujung-ujungnya menyesal dan berpikir kok bisa ya melakukan hal yang memalukan dan yang rasanya tidak mungkin. Bukan gue banget lah saat itu.
Meski sangat menguras energi dan emosi, menurut medis ini bukanlah kondisi yang aneh atau dibuat-buat. Faktor perubahan atau pergeseran kerja hormon membuat wanita mengalami semua itu saat PMS. Ditambah lagi dengan menurunnya kadar zat seratonin saat menjelang haid, yang fungsinya mengendalikan stress dan mengatasi depresi, mengatur suasana hati serta membantu melancarkan pencernaan.
Jadi wajar aja kalo pas PMS itu banyak perempuan mendadak pengen kaya kanibal (makan orang), tapi dia sendiri justru hilang selera makan dan mengalami konstipasi.
Kalau saja saya dikasih pilihan dalam hidup, maka tentu hidup tanpa PMS termasuk salah satunya. Toh tetap bisa emosional saat nonton drama Korea atau film India . Tapi mau bagaimana lagi? Garis kodrat sudah begitu. Yang bisa saya lakukan selain berdoa agar terlindung dari godaan PMS yang membuat senewen adalah sebatas meredakan rasa nyeri dan kejang otot dengan telaten minum ramuan tradisional kunyit asam. Yang kalau lagi good mood berasa seperti minum ramuan kecantikan paling enak sedunia. Habis minum rasanya kecantikan pun makin paripurna. Padahal kadar wajah mah tetap segitu aja. Tapi kalau lagi bad mood, berasa minuman terakhir di saat tubuh sekarat. Habis minum pun rasanya kondisi tubuh makin kritis. Ujung-ujungnya sedih luar biasa. Padahal posisi lagi mengerjakan tugas di kantor. Biar gak dianggap aneh meski rasanya diri sendiri merasa aneh banget, biasanya disambi nonton film yang sedih, yang saya sendiri tak tertarik menontonnya. Semacam pengalihan isu. Sepanjang menonton cuma bisa istighfar terus sambil ngomong, “Duh, kok bisa gini banget sih kamu, diriku?” Dan lagi-lagi hanya tissuelah yang paling peka dan memahami kondisi saat itu. Bukan hanya menghapus air mata, tapi juga buat diremas-remas. Kenapa tissue bermanfaat, karena cinta tak pernah kemarau, Kekasih. Demikian sabda Lord Sujiwo Tejo. Saya jadi ingin ikutan juga bersabda, Kenapa tissue bermanfaat, karena PMS selalu membuatku aneh, Kekasih… #hilih

