kopi travel blog

jauh berjalan banyak dilihat

Legusa Fest : Menuju Nagari Seni dan Budaya

Author : Husin

Telah diinisiasi sejak tahun lalu (2018), sebuah festival musik berbasis masyarakat oleh Roni, yang akrab disapa Kerond dengan beberapa anak muda dari enam Jorong yang ada di Nagari Tanjung Haro Sikabu-Kabu Padang Panjang. Festival musik ini kemudian diberi nama Legusa Fest. Inisiasi ini lahir bukan karena sebab, mereka sudah sangat jarang mendengar bunyi, nada, irama, dan ketukan keluar dari instrumen musik sebagai identitas ke-Minang-an itu sendiri. Sudah jarang mereka mendengar Saluang, Bansi, Pupuik Sarunai, Gandang, Talempong, Canang, Rabab dan lain sebagainya. Padahal instrumen musik itu ada dan tersedia di Nagari mereka sendiri.

Para pemuda Nagari Tanjung Haro Sikabu-Kabu Padang Panjang ingin kembali mendengar bunyi yang keluar dari instrumen musik Minangkabau yang mereka punya. Dari keinginan itu semua, tercetuslah ide untuk mencari kembali bunyi, lalu mengumpulkan para pemuda untuk membentuk grup musik, baik yang sudah bisa memainkan instrumen musik, ataupun yang belum bisa. Setiap grup, dibantu oleh mentor yang memang dikenal sebagai Komposer Muda Sumatera Barat. Di antaranya adalah; Alex Septiyono, Fandi Pratama, Rio Uncu, Andes, dan Keron Vibada yang akan mendampingi untuk penciptaan komposisi musik. Di tangan para mentor dan komposer muda ini, terbentuklah Grup Musik Carano Badantiang (Jorong Tanjung Haro Selatan), Sabai Nan Haluih (Jorong Tanjung Haro Utara), Puti Ambang Bulan (Jorong Sikabu-kabu), Rantak Sadaram (Jorong Padang Panjang), Puti Indah Jalito (Jorong Bukik Kanduang), dan Santan Batapih (Jorong Lokuak Dama).

Semangat Gunung Sago Kokoh Berdiri

Ada semangat Gunung Sago yang kokoh berdiri, tinggi menjulang, hamparan pertanian yang terbentang, aliran mata air yang jernih, terus mengaliri kehidupan masyarakat. Dari semangat itu semua lah yang menginspirasi anak muda ini membuat sebuah perayaan dalam bentuk festival, yang mereka beri nama Legusa Fest. Ya, Legusa itu sendiri singkatan dari Lereng Gunung Sago.

Dari semangat Gunung Sago itulah kemudian, para pemuda Nagari Tanjung Haro Sikabu-Kabu Padang Panjang semakin bersemangat untuk mendengarkan bunyi-bunyian dari instrumen musik yang mereka punya. Apalagi bunyi-bunyi itu dikeluarkan dengan cara penyusunan, pengolahan, pengaturan dan penggarapan yang sesuai dengan kaidah serta keilmuan komposisi yang baik. Semangat itu juga mereka wujudkan dengan cara kerja sama, dan semangat gotong royong. Baik semangat pada proses latihan karya komposisi musik yang telah mereka lakukan selama lebih kurang tiga bulan, maupun semangat kerja kolektif untuk mempersiapkan sebuah festival. Nah, festival atau perayaan ini bertujuan untuk mendengarkan segala bunyi-bunyi yang keluar dari instrumen musik yang mereka punya kepada seluruh masyarakat. Segala kerja proses kreatif dan kerja kesenian, nantinya akan dipulangkan kepada masyarakat itu sendiri.

Kokohnya semangat Gunung Sago, semangat gotong royong, semangat proses kreatif, serta semangat mengembalikan kesenian kepada masyarakat, menjadikan mereka berani mewujudkan sebuah perayaan bagi masyarakat, bernama Legusa Fest pada tahun lalu. Perayaan ini terselenggara pada tanggal 18 s/d 23 Juni 2018, di banyak tempat yang berbeda-beda. Setiap Jorong di Kenagarian Tanjung Haro Sikabu-Kabu Padang Panjang, Kec. Luak, Kab. Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, mendapat giliran setiap harinya sebagai fasilitas festival. Di awali oleh Jorong Padang Panjang, kemudian lanjut ke Jorong Tanjung Haro Utara, Jorong Tanjung Haro Selatan, Jorong Bukik Kanduang, Jorong Lokuak Dama, dan berakhir di Jorong Sikabu-kabu, penyelenggaraan Legusa Fest 2018 akhirnya bisa terwujud tentunya dengan dukungan semangat dari berbagai pihak, di antaranya Karang Taruna Nagari dan Teraseni sebagai Media Partner.

Riang Gembira Tanpa Euforia

Dari segala semangat yang mengalir di setiap pembuluh darah para pemuda Nagari Tanjung Haro Sikabu-Kabu Padang Panjang, mereka dapat membuktikan keberhasilan perayaan festival, wajarlah sekiranya mereka merayakan kegembiraan dan keberhasilan, sekaligus dapat mewujudkan impian untuk mendengarkan bunyi-bunyian dari instrumen musik yang mereka punya, yang selama ini mereka cari-cari keberadaan bunyi itu yang justru ada di Nagari mereka sendiri.

Syukurlah, mereka tidak larut dalam kegembiraan yang berlebihan, euforia sesaat yang menyesatkan. Jika itu terjadi, dikhawatirkan Legusa Fest hanya terwujud sekali saja, karena begitu cepat berpuas diri. Namun itu tidak terjadi, euforia itu tidak menyumbat aliran semangat yang mengalir di setiap pembuluh darah mereka. Aliran semangat itu, kembali diwujudkan dan mereka buktikan pada Legusa Fest tahun ini (2019). Perayaan festival musik itu akan diselenggarakan pada 26 s/d 28 juli 2019, di Tanjung Haro Sikabu-Kabu Padang Panjang, Kec. Luak, Kab. Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Saat ini, para pemuda mengusung semangat Menuju Nagari Seni dan Budaya dan selama Gunung Sago kokoh berdiri, Legusa Fest akan terus bergelora.

Sumber foto dari akun instagram @legusafest

*Husin adalah Pegiat Seni dan, sekaligus, Pegiat Festival Musik Rimbang Baling.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai