kopi travel blog

jauh berjalan banyak dilihat

Politik Nasi Goreng, Gaji 8 Juta, serta Ancaman Erupsi

Author : Herman Attaqi

Media Sosial sepekan periode 21 – 27 Juli 2019

Apa yang menarik di jagad media sosial pekan ini? Kami mencatat ada dua #peristiwa yang paling menarik perhatian, yakni apa yang disebut oleh Megawati Soekarno Putri sebagai Politik Nasi Goreng, dan satu lagi heboh dengan story seseorang yang mengaku alumni fresh graduate dari Universitas Indonesia, yang menolak digaji sebesar 8 juta rupiah per bulan. Ditambah satu lagi #peristiwa yang mengkhawatirkan, yakni terjadinya erupsi Gunung Tangkuban Parahu.

Politik Nasi Goreng dan Romantisme Mega – Prabowo

Rabu, 24 Juli 2019, kembali Prabowo Subianto melakukan langkah politik yang mengejutkan, dengan bertandang ke rumah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri, partai utama pengusung Capres Terpilih, Joko Widodo. Tidaklah mengejutkan sekiranya pada waktu sebelumnya Prabowo bertemu Jokowi di tempat yang netral, yang menandakan posisi politik mereka yang seimbang sebagai Capres pada Pemilu 2019 yang lalu. Dan apakah kedatangan Prabowo ke rumah Ibu Mega (Prabowo memanggilnya demikian), menyiratkan kerelaan hati beliau untuk menerima kekalahan dan bersedia membangun rekonsiliasi politik, ataukah mengarah kepada koalisi di pemerintahan atau parlemen?

Mardani Ali Sera, Politisi PKS, yang juga sekutu paling setia Prabowo justru melancarkan kritik pedas atas aksi politik itu. Seperti yang diberitakan dan dibagikan di media sosial oleh CNN Indonesia, Sabtu 27 Juli 2019, Mardani mengatakan, “kalo sekarang ada pertemuan mau nasi goreng, sop buntut atau apa, janganlah publik digede-gedein, publik itu sudah cerdas kok, enggak perlu lagi berbagai macam metafora.”

Nezar Patria, yang dikenal sebagai salah seorang anggota Dewan Pers, menulis di akun facebook-nya pada hari Rabu 24 Juli 2019 pukul 10.19 malam, “Nasi goreng Mega seperti menutup perseteruan politik yang memakan begitu banyak energi dan mengiris perasaan para anak bangsa ….. Dan mungkin sekali di luar jamuan itu, pasti ada air mata lain yang tumpah. Entah mereka bahagia atau kecewa. Saya kira kedua hal itu terjadi tanpa nasi goreng tentu saja.”

Lalu, apa komentar Prabowo mengenai pertemuan itu? “Nasi gorengnya enak” puji Prabowo yang kemudian disambut senyum oleh Mega sebagaimana dikutip dari CNN Indonesia.

Alumni UI dan Gaji 8 Juta

Sepekan ini warganet dihebohkan oleh story seseorang yang mengaku lulusan (fresh graduate) Universitas Indonesia yang menolak tawaran kerja dengan gaji 8 juta sebulan.

Kami mencatat kehebohan ini pertama sekali dimulai oleh cuitan akun twitter @askmenfess pada hari selasa 23 juli 2019 jam 7.25 malam dengan komentar, “ini story temen SMA aku, dan seketika aku minder karna cuma dr kampus biasa :’)” serta ditambahkan dengan sebuah sreencapture berikut,

Sumber foto dari akun @askmenfess

Sontak saja hal ini memicu kehebohan dunia maya, bahkan tercatat tagar #gaji8juta sempat menjadi trending topic nomor 1 di twitter dengan cuitan sebanyak 10.4k.

Puan Seruni, yang juga salah seorang author kami berceracau di akun facebooknya dengan menulis, “hahahahaha, kalo dah jadi PNS ni orang rasakanlah. Tak peduli alumni mana. Sejajar semua dibikin sama birokrasi.” Di platform lain, seperti twitter, komentarnya sama saja, maksudnya sama-sama kesal dengan story tersebut. Akun @nopsi10 contohnya, menulis, “habis biaya kuliahnya besar ya Bos? Asal kamu tau aja gak alumni univ apapun udah bisa jadi mentri lo sekarang. Jangan songong.”

Sampai-sampai Tirto.id menurunkan sebuah laporan analisis terkait hal ini. Tirto.id menulis bahwa per 2018, 54% lulusan UI mendapat pemasukan Rp. 3-6 juta per bulan. Bahkan 7,7% alumni UI mendapat gaji di bawah Rp. 3 juta per bulan.

Tiga hari yang lalu, akun @fahrizonk mencuit, “#gaji8juta minumnya tetap kopi hitam plus rokok plus dengerin Bohemian Rhapsodynya Queen itu sesuatu banget. Mama, ooh, didn’t mean to make you cry if i’m not back again this time tomorrow.. carry on, carry on as if nothing really matters.”

#TangkubanParahuErupsi

Jumat, 26 Juli 2019, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi – Badan Geologi pada pukul 06.01 sore mengunggah sebuah foto di akun @vulkanologi_mbg bahwa telah terjadi Letusan Freatik Gunung Tangkuban Parahu pada pukul 05.29 sore.

Dalam press release-nya kemudian diketahui potensi ancaman yang mungkin terjadi adalah hembusan gas vulkanik dengan konsentrasi berfluktuasi terjadi di sekitar Kawah Ratu. Namun, PVMBG-BG masih menyimpulkan tingkat aktifitas Gunung Tangkuban Parahu masih level 1 (normal). Masyarakat setempat diharapkan tetap tenang dan waspada. Stay save!

Sumber foto dari akun @vulkanologi_mbg
Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai