Author : Pandu Birowo
Melampaui cebong-kampret (c dan t kecil) itu sederhana.
Kalau kau tanya apa yang kau junjung tapi jawabnya masih Jokowi atau Prabowo, dan bukan mandat rakyat dan konstitusi;
itu artinya masih cebong-kampret.
Kalau kau tanya soal presiden atau soal ruang hidup warga tapi jawabnya masih Jokowi atau Prabowo;
itu artinya masih cebong-kampret.
Kalau kau tanya kuasa pemerintah atau pelayanan publik tapi jawabnya masih Jokowi atau Prabowo;
Itu artinya masih cebong-kampret.
Kalau kau tanya soal melindungi perempuan atau menindas perempuan tapi jawabnya masih Jokowi atau Prabowo;
Itu artinya masih cebong-kampret.
Kalau kau tanya soal NKRI Harga Mati dan Modal Awal atau Hak menentukan nasib sendiri tapi jawabnya masih Jokowi atau Prabowo;
Itu artinya masih cebong-kampret.
Kalau kau tanya soal militer dan polisi itu melindungi rakyat atau memukuli rakyat, tapi jawabnya melindungi Jokowi atau Prabowo;
Itu artinya masih cebong-kampret.
Kalau kau tanya soal RUU bermasalah dan pengebirian hak-hak sipil tapi jawabnya masih ditunggangi atau menunggangi;
itu artinya masih cebong-kampret.
Kalau kau bertanya soal nasionalisme atau islamisme dan jawabnya ada pada Jokowi atau Prabowo;
itu artinya masih cebong-kampret.
Kalau kau bertanya apakah ini soal hak hidup, hak warga negara, atau siapa yang pantas jadi presiden dan jawabannya masih Jokowi atau Prabowo dan bendera-bendera partai di belakangnya; itu artinya kau –seperti yang diharapkan para oligark– selamanya memang akan jadi cebong, akan jadi kampret.
Namun kalau musuhmu sudah kau pastikan adalah OLIGARKI yang semena-mena mengeksploitasi kekayaan dan aset negara, merekayasa hukum dan undang-undang, memerintahkan polisi merepresi dan mengintimidasi, serta mengendalikan jalannya negara; kau sudah melampaui cebong-kampret.
Salam.
Baca juga : Bapak
Baca juga : Panduan Taktik Buat Mahasiswa yang Ingin Melawan Rektor
Baca juga : Aksi Mahasiswa Hari Ini adalah Aksi Menegakkan Kemurnian Hukum
