kopi travel blog

jauh berjalan banyak dilihat

Ada Pustaka di Taman Kota, Cerita Malming di Bangkinang

Author : Puan Seruni

Ada yang menarik saat menikmati malam mingguan bersama saudara dan keponakan di taman kota Bangkinang pada Sabtu malam tanggal 5 Oktober 2019 kemarin. Di antara ramainya pedagang makanan dan aneka rupa permainan anak digelar, kehadiran mobil perpustakaan keliling ini menjadi hal yang tak biasa tentunya bagi saya yang beberapa kali tiap pulang kampung menyempatkan diri datang ke taman kota untuk t̶e̶b̶a̶r̶ ̶p̶e̶s̶o̶n̶a̶ menyenangkan anak dan keponakan saya.

Setelah mencari tempat yang nyaman untuk duduk, keinginan saya untuk bertanya-tanya kepada petugasnya pun tidak tertahankan. Nama petugas perpustakaan keliling itu, Ilyas Jon, lalu saya datangi dan memperkenalkan diri saat ia sedang asyik membaca buku sambil sesekali melayani pengunjung anak-anak yang datang. Ilyas menjelaskan, kegiatan perpustakaan keliling mangkal setiap malam Minggu, di taman kota Bangkinang sudah berlangsung selama sebulan. Mulai pukul 6 sore sampai 10 malam. Karena sibuk melayani anak-anak yang menanyakan buku-buku cerita, Ilyas kemudian mengarahkan saya untuk menjumpai pustakawan yang duduk melayani pengunjung.

Baca juga : Bila Bertemu Jalan Buntu, Carilah Lobang Kelinci

Nama pustakawan tersebut adalah Pak Suhaimi. Lelaki yang akan memasuki usia 57 tahun itu, sangat ramah dan antusias saat saya menanyakan beberapa hal. Berikut petikan wawancaranya :

Pak Suhaimi

Saya : Pak, mobil perpustakaan keliling ini cukup menarik perhatian saya. Karena lokasi pemilihan mangkalnya yang bersaing menarik minat pengunjung dengan lapak permainan dan penjual makanan lainnya. Kalau boleh tahu sejak kapan mulai beroperasi di taman kota?

Pak Suhaimi :
Baru sebulan inilah mobil perpustakaan keliling ini hadir di taman kota Bangkinang.

Saya :
Pak, kita kan tahu minat baca masyarakat kita rendah. Apa tidak salah menempatkan ini di taman kota?

Pak Suhaimi :
Justru itu, dengan menempatkan ini di taman kota kita membuat masyarakat jadi berminat mendatangi, membaca dan mengenal adanya perpustakaan keliling ini sebagai bagian dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Kab. Kampar.

Saya :
Apakah ini merupakan program Dinas Perpustakaan dan Arsip Kab. Kampar, Pak?

Pak Suhaimi :
Ini program inisiatif sendiri Bu, dari saya sebagai pustakawan dan ada juga wartawan pegiat literasi. Sama-sama merasa terpanggil membangun minat baca apalagi pada anak-anak. Jadi tidak ada bayaran juga. Saya hanya ingin fasilitas ini bermanfaat sebagaimana mestinya. Bahkan kami tidak mau merepotkan dengan tambahan instalasi penerang seperti pedagang lain, makanya memilih di bawah tiang listrik penerang taman kota ini. Cahaya cukup terang dan memudahkan pengunjung untuk membaca.

Saya :
Wah, luar biasa. Perhatian dari dinas sendiri bagaimana Pak?

Pak Suhaimi :
Ada. Kabid Pelayanan pernah mengatakan akan mengusahakan ada insentif bagi petugas perpustakaan keliling melaksanakan kegiatan seperti ini.

Saya :
Semoga terwujud, ya, Pak. Jumlah pengunjung selama sebulan ini bagaimana?

Pak Suhaimi :
Lumayan Bu, walau yang datang kebanyakan orang dewasa yang menunggui anak-anaknya bermain sambil membaca buku. Sebagian lagi anak-anak yang memang suka dengan cerita bergambar. Buku-bukunya sudah kita setting untuk itu.

Saya :
Di hari lain perpustakaan keliling ini lokasi mangkalnya di mana lagi, Pak?

Pak Suhaimi :
Di sekolah-sekolah kami hadir setiap hari Senin-Jumat.

Saya :
Rutin, ya, Pak? Itu dari sekolah-sekolah di Bangkinang Kota saja? Kalau di kecamatan lain bagaimana?

Pak Suhaimi :
Dulu memang ada program perpustakaan keliling ini hadir di sekolah-sekolah yang ada di luar kota Bangkinang. Tahun ini hadir hanya di sekitar wilayah Bangkinang Kota saja. Hari ini ke SD, besoknya ke SMP, dan lusa ke SMA. Tapi yang rutin ke SD dan SMP. Keterbatasan mobil perpustakaan keliling yang baru 1 unit menjadi kendala tersendiri selain rendahnya minat baca. Bagi masyarakat yang ingin pinjam bawa pulang, kita arahkan datang ke perpustakaan dinas perpustakaan dan kearsipan Kab. Kampar, selain menjadi anggota perpustakaan, masyarakat juga tahu itu bukan kantor yang hanya ada urusan administrasi di sana, tapi memiliki lebih banyak buku-buku untuk dibaca.

Saya :
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kab. Kampar ini kapan dibentuk, Pak?

Pak Suhaimi :
Dibentuk tahun 2017, sebelumnya berbentuk UPTD di tahun 1994, dan selanjutnya Kantor di tahun 2011.

Saya :
Baik, Pak. Terima kasih sudah meluangkan waktu dan maaf sudah mengganggu obrolan Bapak dengan pengunjung.

Pak Suhaimi :
Terima kasih juga, Bu.

Saya pamit kepada Pak Suhaimi dan kemudian melihat antusiasme beberapa pengunjung cilik yang sedang membaca sambil mengeja. Saya pun menyempatkan diri mewawancarai anak perempuan yang didampingi Ibunya saat itu.

Saya :
Assalamualaikum, Adek siapa namanya?

Pengunjung :
Waalaikumsalam. Viona Mentari, Bu.

Saya :
Kelas berapa? Trus, sekolahnya di mana?

Pengunjung :
Kelas 2, sekolahnya di SDIT Insan Cendekia.

Saya :
Senang gak membaca di sini?

Pengunjung :
Senang, buku-bukunya banyak.

Viona Mentari

Saya :
(Mengalihkan pertanyaan pada ibunya) Menurut Ibu bagaimana dengan kehadiran mobil perpustakaan keliling ini di taman kota?

Pengunjung :
Cukup bagus ya, di sini juga disediakan tempat duduk bagi pengunjung. Orangtua bisa temani anaknya. Saya sambut positif adanya mobil perpustakaan keliling ini, apalagi pengaruh gadget membuat anak-anak terlalu asyik sendiri tanpa bertambah pengetahuannya.

Setelah mengucapkan terima kasih dan mengakhiri wawancara, saya teruskan dengan memotret aktifitas pengunjung sembari bertanya kembali kepada Ilyas, petugas yang disibukkan oleh pengunjung cilik yang penasaran dengan buku cerita yang tidak ditemukannya di rak buku. Ilyas menjelaskan tercatat tiap malam minggu ada sekitar 50 pengunjung, yang sebagian besar adalah orang tua anak-anak yang datang membaca buku. Pihak perpustakaan keliling menyediakan buku tamu, meski banyak pengunjung yang enggan mengisinya. Harapannya, kehadiran mobil perpustakaan keliling ini semakin banyak pengunjungnya, terutama anak-anak.

Baca juga : Dunia Anak dan Kesederhanaan yang Perlu

Ada kebahagiaan lain yang saya rasakan malam minggu itu di kota kelahiran tercinta, Bangkinang. Semoga saja semangat literasi di kota ini tumbuh pesat, berikut pemikiran dan kemampuan mengapresiasinya. Apalagi melihat anak-anak yang bersuka cita mendatangi perpustakaan dan didampingi oleh orang tua yang bersemangat, saya merasa semakin percaya bahwa negeri ini akan baik-baik saja.

Salam Literasi.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai