kopi travel blog

jauh berjalan banyak dilihat

Wawancara Bersama Rizki Gusti Pratama

Learn. Adapt. Survive. (Belajar. Beradaptasi. Bertahan). Demikianlah tiga kata yang disimpulkan oleh Yuval Noah Harari, penulis buku terkenal Sapiens dan Homo Deus dalam bukunya yang lain 21 Lessons, sebagai sebuah mantra bagi kita dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin canggih dan sekaligus rumit ini.

Ruang Kongkow kita kali ini mengundang Rizki Gusti Pratama, anak muda kelahiran 30 Agustus 1995 yang saat ini bertungkus lumus dalam menyiapkan diri untuk menyintas belantara dunia digital. Rizki saat ini fokus dalam merintis sebuah startup yang didirikannya, yakni SuperKios. Bagi Rizki, dunia startup jauh lebih menarik daripada bangku kuliah yang dengan riang gembira telah ditinggalkannya tepat di semester empat.

Berikut petikan wawancara yang dilakukan Herman Attaqi dengan Rizki Gusti Pratama.

Halo, Rizki. Apa kabar?

Halo, Bang. Alhamdulillah. Kabar baik.

Pertanyaan pertama; Drop Out atau berhenti kuliah di semester empat itu pilihan atau gimana ceritanya?

Alasan yang utamanya karena saat itu ngerasa gak punya cukup waktu buat dihabisin di kampus dan di kampus keliatannya kurang menarik juga, sih.

Apa yang merasukimu?

Ingin lebih banyak kenal dengan orang-orang luar yang sudah punya banyak pengalaman, terutama saya merasa pengalaman gagal setiap orang itu unik. Selain itu ingin juga langsung praktek ngerasain kegagalan tersebut.

Bisa tahu lebih banyak permasalahan orang-orang dan bagaimana cara mereka menyelesaikan masalahnya. Bagaimana cara mereka menemukan solusi.

Semua itu gak cukup kalau cuma dari kampus saja. Karena semua orang di kampus saya lihat hanya sibuk biar dapat nilai bagus atau sekedar gimana caranya dapat gelar. Padahal hidup lebih daripada itu.

Luar biasa kamu anak muda. Saat memutuskan berhenti kuliah (drop out) itu, apa kegiatan yang dilakukan?

Itu tadi; Menambah banyak kenalan, terutama orang-orang dari berbagai kalangan yang berbeda-beda; politik, bisnis, pendidikan, tokoh agama, banyak lah..

Kemudian mencoba mendirikan beberapa perusahaan rintisan atau startup juga.

Gabung di banyak komunitas dan organisasi.

Boleh cerita tentang perusahaan rintisan dan startup apa saja yang Rizki kelola sekarang?

Kalau sekarang saya merintis aplikasi SuperKios yang fokus di bidang online to offline dan juga sembari ngebangun kegiatan yang sifatnya kolaboratif, yang fokus dalam pengembangan UMKM mulai dari branding sampai ke digital marketingnya.

Bisa ceritakan lebih detil gimana proyek rintisan aplikasi SuperKios itu?

SuperKios ini berawal dari keinginan membantu untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat di daerah layer kedua atau perdesaan. Dengan SuperKios, selain masyarakat mendapatkan penghasilan, mereka juga akan bisa bertransaksi produk digital seperti isi pulsa, transfer uang, belanja e-commerce melalui kios-kios yang menjadi agen kami.

Jadi kios-kios di daerah yang menjadi agen kita tidak kalah dengan fasilitas yang ada di supermarket, makanya kami beri nama SuperKios. Seperti Superhero yang membantu masyarakat.

Tentu juga butuh dukungan masyarakat dan para agen kami biar terbentuk kelompok Avenger-nya. Haha..

Sejauh ini prospek bisnisnya gimana? Dan apa kendala yang dihadapi?

Pertumbuhan bisnisnya sangat cepat. Saat ini saja installer kita sudah 2000-an, walaupun pengguna aktif hanya setengahnya. Kami selalu meningkatkan fitur-fitur sesuai kebutuhan masyarakat. Untuk sekarang mungkin permasalahan kami lebih kepada pemasaran langsung atau door to door ke masyarakat.

Untuk market sphere-nya secara geografis di daerah mana saja?

Sekarang fokus kita di Riau, terutama kota Pekanbaru dan kabupaten Kampar. Tapi sudah banyak juga pengguna yang tersebar di beberapa daerah seperti Medan, Aceh, bahkan sudah sampai ke Kupang juga.

Terkait pengembangan UMKM. Apa saja yang dilakukan?

Kita memberi kesempatan kepada para pelaku UMKM di tiap daerah untuk menjadi agen kami dan akan di rangkul baik dari segi teknis fitur maupun pelatihan-pelatihan secara langsung.

Kalo saya tanya tentang prospek bisnis startup tentu sebagaimana yang kita ketahui pasarnya sangat potensial, karena besar sekali market yang masih belum tergarap. Yang bikin penasaran itu apa modal yang paling dibutuhkan dalam membangun bisnis startup seperti SuperKios ini?

Pahami masalahnya dulu. Karena startup itu tujuannya dibangun untuk membantu memecahkan masalah atau memberi solusi di tengah masyarakat.

Kalau kita mulai dari masalah, tentu kita tahu apa yang menjadi kebutuhan, berapa banyak yang butuh. Dan barulah dibuat bagaimana model bisnisnya.

Jadi bukan modal dalam bentuk fresh money yang dibutuhkan pertama kali, tapi solusi.

Apakah ini bisa juga disebut sebagai social enterpreunership?

Benar. Seharusnya, menurut saya, membangun bisnis yang baik itu, yang dibutuhkan oleh banyak orang. Kalau sudah dibutuhkan, berarti kan pasarnya sudah terbuka, sudah jelas.

Intinya, selain membantu orang, kita juga bisa menghasilkan dari situ.

Mulia sekali cita-citamu, Nak. Tapi keren.

Insya Allah. Masih belajar, Bang. Hehe..

Soal menghasilkan tadi, seberapa besar sih penghasilan Rizki sekarang? Masih ngejomblo juga kan, ya?

Penghasilan masih pas-pasan, sih. Iya, nih masih jomblo. Haha..

Apa skill yang Rizki kuasai hingga berani-beraninya terjun ke dunia bisnis startup ini?

Kalau secara umum Teknologi Informasi, tapi lebih spesifik lagi itu namanya UI/UX. UI/UX itu User Interface dan User Experience. Yakni ilmu tentang bagaimana interaksi manusia dengan sebuah platform, dan riset untuk mengetahui apa saja kebutuhan dan kenyamanan pengguna, baik itu aplikasi, alat dan lain-lain.

Dengan skill seperti ini, kenapa gak bekerja di startup yang sudah mapan saja?

Karena tingkat kepuasannya berbeda saat ide dan solusi yang kita ciptakan dan berikan itu bermanfaat untuk orang lain.

Dari semua yang sudah dan sedang dilakukan, apa impian terbesar seorang Rizki?

Membuat banyak produk ataupun perusahaan yang bisa membantu lebih banyak orang. Tentunya yang bernilai baik buat mereka, terutama dalam hal peningkatan penghasilan.

Buat Rizki sendiri, siapa tokoh yang diidolakan dan yang paling berpengaruh?

Selain kedua orangtua, ada Nadiem Makarim dan Steve Jobs.

Bisa sebutkan tiga buah buku yang direkomendasikan buat pembaca kopi travel blog?

The Lean Start-up (Eric Ries), The Power of Habit (Charles Duhigg) dan The Art of War-nya Sun Tzu.

Quote terfavorit?

“Stay hungry, stay foolish” (Steve Jobs)

Anya Geraldine atau Maudy Ayunda?

Maudy Ayunda

Kenapa?

Manis dan suaranya enak didengar. Haha..

Apa pesan, saran atau apa yang mau disampaikan kepada anak muda sebaya Rizki yang juga pembaca kopi travel blog? Apa yang mesti mereka siapkan dan lakukan dalam menghadapi tantangan era digital saat ini?

Panggung saat ini hanya diisi oleh orang-orang yang siap menerima dan melakukan perubahan. Zona nyaman hanya untuk orang-orang yang mau duduk di kursi penonton.

SEKIAN

____

Author : Herman Attaqi
Photos : Source from Instagram account of @rizkigustipratama

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai