“Bisa dibilang juga “attention seeker”-lah alias caper!”
Oleh Nanda Nadya
Aktivis Partai Ikan Fugu kembali lagi dengan membawa berita hangat yang menghangatkan kaum rahim anget(?) Hehe, becanda.
Masalah yang akhir-akhir ini menimpa, tentu tidak semua, kaum berseragam yang terus-menerus menjadi perbincangan hangat di seantero masyarakat media sosial.
Berawal dari beredarnya video “pacar kamu ganteng, kaya, bisa gini gak..?” Ada yang sambil mamerin seragam pendidikannya, ada juga yang mengkokang senjata lah, dan sebagainya..
Hm, sekali lagi, saya tidak menggeneralisasi. Tulisan ini hanya ditujukan kepada yang bersangkutan, kepada para oknum yang sudah membuat video cringe.
Tapi, di sisi lain tentu masih ada juga kalangan yang menyukai mereka yang berseragam dan bersenjata itu. Ya, katanya sih kebanyakan dari golongan “seragam putih” dan hal ini pun juga telah menjadi streotipe di masyarakat kita (dari hasil survey saya di media sosial, loh ya, dan ingat! nggak semuanya begitu).
Nah, kenapa sih begitu?
Alasannya, karena yang berseragam itu keren, berwibawa, memiliki body yang bagus dan atletis, memiliki senjata, sehingga doi bisa melindungi, dan mereka sama-sama melayani dan mengayomi masyarakat, serta dari circle “seragam putih” yang memang mendukung mereka untuk bergaul dengan yang sesama berseragam juga. Tapi ya sekali lagi, nggak semuanya, ya! Dan ini pun hanya masalah selera, Bro. Hehe. Bebas aja, sih!
Dan kembali ke masalah foto/video cringe yang beredar, sudah pasti hal yang anda share menjadi konsumsi publik dan dapat di-forward lagi dari media sosial satu ke media sosial lainnya, karena zaman semakin canggih, Bosquh!
Ketika anda berbuat, tentu harus kuat juga menerima konsekuensi, dan siap menerima kritikan dan hujatan jari-jari netizen yang tajam.
Tapi, daripada kita sibuk menghujatnya, mendingan kita bahas mengenai perilaku oknum tersebut jika dipandang dari sisi psikologi. Kuy!
Nah, dari yang pernah saya baca, dalam ilmu psikologi, hal tersebut merupakan salah satu ciri dari kelainan yang disebut “histrionic personality disorder”.
Eh, apaan tuh? Gini.. Dikutip dari Encyclopedia of Personality and Individual Differences karya Katie C. Lewis & Elsa Rose Mastico, histrionik merupakan keadaan individu yang ditandai dengan keterlibatan yang sering dalam perilaku dramatis, menggoda, atau mencari perhatian, menampilkan emosi berlebihan, melakukan pendekatan impresionistik atau reaksioner untuk memahami lingkungan mereka, memiliki tingkat sugesti yang tinggi dan keterbukaan untuk dipengaruhi oleh orang lain.
Dan juga histrionik merupakan sebuah gangguan kepribadian yang menyebabkan penderitanya mengalami kesulitan memahami citra dirinya sendiri.
Bagi orang penderita histrionik, ia cenderung melakukan hal-hal yang kontroversial, memamerkan suatu yang melekat pada dirinya, yang mana ia berharap dari perilakunya tersebut dapat menimbulkan pengakuan dan pujian dari orang banyak, ya, bisa dibilang juga “attention seeker“-lah alias caper!
Intinya, apapun caranya, yang terpenting dia memperoleh pengakuan dari orang lain. Pengidap histrionik kerap kali mendramatisasi suatu hal/situasi sehingga dapat merusak hubungan yang pada tingkat tertentu dapat menyebabkan depresi.
Meskipun histrionik bukanlah kelainan psikologi yang serius, namun tetap saja akan menjadi permasalahan untuk mereka yang berada di ranah publik yang menuntut dirinya untuk bekerja secara profesional.
Jika suatu waktu kita bersua kembali dengan orang-orang yang caper, ingin diakui, dipandang eksistensinya atau jabatannya, bisa dikatakan ia sebagai pengidap kelainan histrionik, ya, guys! Jadi, jangan dihujani dengan hujatan, cukup berikan saran padanya untuk buru-buru ke psikolog terdekat. Cheers!
Foto bersumber dari https://blog.cognifit.com/histrionic-personality-disorder/amp/
