“Berakhirnya kalender besar ini menandai bahwa kehidupan baru yang lebih baik akan datang.”
Oleh Nanda Nadya
Berita mengenai Kiamat ala Bangsa Maya Kuno kembali menjadi pembicaraan hangat di media sosial, terutama di Twitter. Sebenarnya apa sih hubungan kiamat dan bangsa Maya Kuno itu? Kok, selalu dikaitkan dengan peradaban bangsa Maya, sih?
Sebagai “alumnus” kiamat 2012, yang saat itu masih berusia 12 tahun, saya tentu cemas dengan berita Heboh Kiamat tahun 2012. Berita itu masyhur di seluruh media sosial, juga di beberapa stasiun televisi. Bahkan, ramalan tersebut diperkuat oleh Mama Lauren, salah satu peramal yang ramai dijadikan rujukan pembenar.
Namun, sebagai generasi yang tumbuh bersama Majalah Bobo, saya dipertemukan dengan jawaban-jawaban atas rumor kiamat 2012 yang dulu pernah viral itu. Tentunya, pada masa itu Majalah Bobo mengemasnya sesuai porsi anak-anak ya guys.
Pada kesempatan kali ini, saya akan menyajikan kembali “jawaban” atas rumor tersebut, namun sedikit lebih mendalam. Sila disimak.
Semua bermula dari bangsa Maya Kuno, sang penghuni Lembah Yucatan di Mexico, Amerika Tengah. Bangsa ini dipercaya telah tinggal di lembah Yucatan sejak 3000 tahun Sebelum Masehi. Hingga saat ini, mereka masih setia menempati lembah tersebut.
Kondisi tanah di lembah Yucatan yang beriklim tropis tersebut, kering dan kurang subur yang disebabkan oleh minimnya ketersediaan air. Hal itu memaksa orang-orang bangsa Maya berpikir keras untuk memahami kapan musim hujan akan tiba. Sehingga mereka pun mencari benda-benda langit yang dapat dijadikan patokan, dan mereka menemukan matahari, bulan, dan bintang sebagai bahan uji.
Tentu saja saat itu mereka belum menggunakan peralatan yang canggih. Semua dilakukan dengan mata telanjang, mengamati pergerakan benda-benda langit, dibantu oleh cahaya bulan dan bintang, bangsa Maya mempelajari tentang gugusan bintang, hingga kita mengenal istilah rasi bintang Teko (mereka menyebutnya Xaam-an). Kemunculan rasi bintang Teko akan menandai datangnya badai dan banjir.
Selain rasi bintang Teko, ada juga rasi bintang Ekor Ular atau oleh bangsa Maya disebut Tzab-Ek. Tzab-Ek diyakini sebagai asal muasal nenek moyang suku bangsa mereka.
Kemudian galaxy Milky Way yang mirip dengan pohon Ceiba (kita kenal sebagai Pohon Kapuk), dan dipercaya sebagai penyebab terciptanya bumi. Di galaxy Milky Way ini, menurut bangsa Maya, terdapat ruang gelap yang disebut dengan Xibalba, yang diyakini sebagai lubang menuju dunia.
Galaxy Milky Way bisa berubah bentuk, kadang menjadi seperti perahu. Jika galaxy tersebut berbentuk perahu, bermakna Dewa Matahari sedang mengarungi dunia kegelapan (Xibalba) untuk mencapai kemenangannya. Kemudian di bulan Desember, galaxy Milky Way kembali berubah dan menyerupai ular putih, hal itu berarti, menurut kepercayaan mereka, Dewa Matahari telah usai melalui dunia kegelapan (Xibalba).
Saat siang hari, bangsa Maya melihat cahaya matahari menyerupai biji jagung. Sehingga, dalam keyakinan mereka, itulah saat yang tepat untuk menanam jagung. Fenomena ketika matahari tepat di atas kepala dan tidak membuat bayangan juga tak luput dari perhatian. Dari fenomena itu pula, bangsa Maya dapat menghitung bahwa lamanya waktu untuk bertemu kembali dengan fenomena tersebut adalah 365 hari.
Dari situlah diciptakan sistem Kalender, yang disebut dengan kalender Haab, berjumlah 365 hari per satu kalender. Dipergunakan untuk menandai waktu bertani dan tibanya musim hujan.
Karena semakin hari bangsa Maya Kuno semakin mahir dalam ilmu astronomi, mereka pun mulai menciptakan kalender-kalender lainnya. Sehingga, hampir seluruh benda langit yang menjadi obyek pengamatan, memiliki sistem kalendernya tersendiri.
Lalu, di mana letak korelasi bangsa Maya dengan rumor kiamat 2012 lalu?
Nah, masih ingat soal halaxy Milky Way, Xibalba, dan Ular Putih di paragraf atas? Perubahan benda langit itu mereka tandai dengan Kalender Besar (Long Count Calendar). Kalender itu telah eksis selama kurang lebih 5215 tahun. Mereka memulai perhitungan kalender itu dengan angka 13.0.0.0.0 (disebut sebagai 13 Baktun). Tiga ilmuwan, yakni Goodman, Martinez, dan Thompson (GMT), menghitung kalender tersebut dan mendapati bahwa 13 Baktun bertepatan pada 13 Agustus 3114 Masehi.
Namun, sama seperti kalender Masehi yang kita pakai sehari-hari dan dapat habis ketika mencukupi 365 hari, kalender besar bangsa Maya Kuno pun memiliki tenggat waktunya pula.
Setelah 4 kali berturut-turut, buku “The Ancient Maya” karangan Sylvanus Morley, mengalami revisi mengenai perhitungan kalender besar bangsa Maya Kuno, buku itu kembali terbit pada tahun 1946 dan dengan menghadirkan revisi mengenai tenggat waktu dari kalender besar bangsa Maya Kuno. Dituliskan bahwa Baktun-13 berarti 13.0.0.0.0, 4 Ahau 3 Kankin, dan bertepatan pada tanggal 21 Desember 2012. Sehingga, kalender ini tercatat berakhir pada tanggal 21 Desember 2012. Dalam literatur lain menyebutkan bahwa karena pada tanggal tersebut bangsa Maya Kuno meyakini bahwa matahari telah usai melintasi galaxy Milky Way yang berwujud ular putih.
Berakhirnya kalender besar ini menandai bahwa kehidupan baru yang lebih baik akan datang. Dan bangsa Maya Kuno akan memasuki kalender besar yang baru. Jadi, bukan berarti dunia ini akan berakhir alias kiamat!
Tapi nih guys, Michael D.Coe, seorang Arkeolog Amerika menerbitkan bukunya “The Maya” pada tahun 1966 dan mencantumkan 13 Baktun sebagai 24 Desember 2011. Tanggal yang dicantumkan oleh Coe ini terbukti tidak valid, karena tidak memiliki dasar yang kuat dalam perhitungannya.
Meskipun tidak valid, Frank Waters, seorang novelis asal Amerika, tetap mengadopsi penanggalan Coe yang tidak valid itu dan memasukkan dalam bukunya “Mexico Mystique: The Coming Sixth World of Consciousness”, sehingga melahirkan kerancuan pengetahuan dalam masyarakat mengenai penanggalan bangsa Maya Kuno dan melahirkan rumor tentang banjir besar, yang sama seperti diadopsi oleh film 2012, yang tayang pada tahun 2009 lalu. Kalian pasti tahu lah ya film ini? Yang menampilkan bagaimana seisi dunia digulung dan semua makhluk dan benda tidak dapat berkutik dan berbuat apa-apa lagi?
Padahal, di akhir film 2012 pun tidak digambarkan adanya kemusnahan di seluruh bumi, hanya menunjukkan tanggal 27 Januari 0001; yang berarti kehidupan baru di bumi akan dimulai kembali. Begitu pula dengan kalender bangsa Maya, mereka akan memulai kalender barunya lagi!
Begitulah kawan-kawan, penjelasan terkait gonjang-ganjing hari kiamat yang selalu dihubungkan dengan bangsa Maya Kuno, yang sayangnya, selalu disalahpahami bahkan dijadikan bahan olok-olok.
Sumber foto: film 2012 (2009) | IMDb
