“Adonannya sama ketika kita membuat adonan bakwan, namun tekstur adonannya cenderung lebih encer.”
Oleh Nanda Nadya
Beberapa waktu lalu jagat per-twitter-an kembali diributkan oleh hal-hal sepele, yakni permasalahan “wajibkah seorang istri memasak untuk suami?”
Sebagaimana yang kita tahu, perdebatan media sosial jarang berakhir mesra. Sampai-sampai, perdebatan itu kerap dibumbui makian.
Saya pikir, Twitter ini isinya orang pintar dan dewasa semua, ternyata enggak juga, ya. Padahal kan, dunia ini nggak cuma berotasi di diri kita aja, melainkan setiap manusia memiliki corak pemikirannya sendiri. “Kita memangnya siapa sih, menuntut orang untuk ikut sama apa yang kita yakini?”
Belum lagi masalah “masak-memasak” ini semakin memanas ketika pasangan selebgram yang baru saja menikah mengunggah pernyataan jikalau dia (selebgram tersebut) sebagai seorang istri nggak bisa memasak mie instan. Lantas, netizen auto naik pitam dan melontarkan berbagai macam argumen; pujian bahkan didominasi oleh cacian.
But guys, barangkali bosan dengan “hidangan” sosial media yang memuakkan seperti itu. Hanya karena nila setitik, rusak susu sebelanga.
Untuk menghindari persoalan remeh-temeh semacam itu, di tulisan kali ini saya ingin berbagi resep masakan aja. Dari pada ikut-ikutan nyalah-nyalahin malah bikin suasana tambah keruh dengan membuat postingan Klepon Tidak Islami dan segala macam kambing hitam lainnya, mendingan, kita berbagi resep saja! Nah, dengan saling berbagi resep masakan, semoga bisa menjadi solusi atas perdebatan tersebut, biar nggak ada alasan lagi bagi kita untuk nggak bisa masak. Toh, kepandaian memasak bukan persoalan gender. Memasak itu netral, dianjurkan untuk laki-laki atau perempuan. Skill memasak sudah seharusnya dimiliki oleh setiap manusia, kan? Terlepas dari siapa pun dia. Paling tidak, pandai menanak nasi. Masak telur ceplok, rebus Indomie, dan lain semacamnya.
Di era kiwari ini juga, kan resep masakan sudah berseliweran di mana-mana. Tinggal keinginan dari diri kita sendiri aja sih, mau belajar apa enggak, mau mencoba atau enggak.
Maaf ya guys, jadi banyak ceramah, hehe. Yuk langsung masuk ke resep. Kali ini saya mau mengajak kalian memasak Telur Mata Gajah, nih. Wah! Apaan tuh? Pasti ada yang bertanya-tanya. Telur dan mata gajah dimasak? Ya enggak, gengs!
Jadi begini penjelasannya: Telur Mata Gajah ini adalah salah satu jajanan khas kota Sampit, Ibukota Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah. Pepatah mengatakan “tak kenal maka tak sayang”. Jadi, sebelum kita masak-memasak, ada baiknya terlebih dahulu kita berkenalan dengan kota Sampit. Kota Sampit adalah sebuah kota kecil yang memiliki ikon Ikan Jelawat. Kok, ikonnya Ikan Jelawat, sih? Karena ikan Jelawat itu banyak sekali menghuni sungai Mentaya, salah satu sungai besar dan tersibuk di kota Sampit. Selain itu, kota ini pernah mengukir sejarah kelam pada Februari tahun 2001 silam, yakni pertikaian antar etnis maha dasyat antara Madura dan Dayak, yang banyak sekali memakan korban.
Cukup sekian dulu perkenalan singkat kita dengan kota Sampit, kota di mana lahirnya jajanan Telur Mata Gajah yang menggoyang lidah. Mungkin sebagian dari kalian sudah ada yang pernah membelinya dan merasakan sendiri kenikmatan dari jajanan kota Sampit ini. Beh, terbukti ya, di tangan orang Indonesia itu apa aja bisa jadi masakan lezat!
Apa sih yang harus disiapin untuk memasak Telur Mata Gajah ini?
Sebenarnya membuat Telur Mata Gajah ini mudah banget loh, gengs. Adonannya sama ketika kita membuat adonan bakwan, namun tekstur adonannya cenderung lebih encer.
Sebelum kita eksekusi, kita harus menyiapkan:
•1/4 tepung terigu
•1 sendok makan tepung kanji
•50 gram daun bawang
•1 buah wortel
•1 bungkus bumbu penyedap rasa ayam (Royco, dll)
•1 butir telur ayam
•25 butir telur puyuh (bukan buwung puyuh ya, ehe)
•air secukupnya
•merica
•2 siung bawang merah dan bawang putih
Cara membuatnya gimana tuh?
Pertama, kita harus menghaluskan wortel, bisa dipotong menggunakan pisau ataupun diparut. Lalu, iris halus daun bawang juga, ya! Untuk bawang merah dan putih itu, perlu dihaluskan juga ya, gais. Agar menambah cita rasa dan aroma Telur Mata Gajahnya agar lebih sedap di hidung, di mata, dan di mulut.
Lalu, siapkan tepung-tepungan alias si Terigu dan si Kanji, dan masukkan bumbu yang sudah dihaluskan itu ke dalam tepung. Dan, jangan lupa masukkan 1 butir telur ayam, wortel, daun bawang, dan bumbu penyedap dan juga air, ya.
By the way, adonannya harus dibuat encer. Kok gitu, sih? Karena kalau adonannya padat, Telur Mata Gajahnya bakalan keras.
Oya, setelah kalian campurkan dan aduk rata semua bahan-bahan, kalian boleh icip-icip sedikit apakah asinnya sudah pas, rasa mericanya sudah pas, dan lain-lain.
Jika dirasa semuanya sudah pas, langsung saja kita menyiapkan peralatan masaknya. Biasanya sih, untuk cetakannya menggunakan cetakan bulat atau cetakan Kue Lumpur. Jika sudah siap, kita wajib mengolesi cetakan dengan sedikit minyak makan. Lalu, hidupkan kompor dan tunggu cetakan hingga panas.
Kalau sudah panas, cusss langsung eksekusi! Tuang adonan secukupnya ke cetakan, lalu tunggu hingga setengah matang. Setelah ini sang Telur Puyuh pun memainkan perannya. Pecahkan satu telur puyuh di setiap adonan. Jadi, itu lho gengs rahasianya kenapa bisa dinamakan Telur Mata Gajah. Kenapa nggak Telur Buwung Puyuh aja, yah? Hehehe.
Ohiya, kalau dirasa adonan bagian bawahnya sudah matang, jangan lupa adonannya dibalik, ya. Agar bagian atasnya juga matang. Lakukan hal serupa sampai adonan habis tak tersisa.
Kalau sudah, hidangkan Telur Mata Gajah dalam keadaan panas dan juga dilengkapi dengan saus sambal. Behh, nikmat banget, gais! Kuy, cobain!
Sekadar info, Telur Mata Gajah ini juga bisa jadi rujukan kalian untuk jualan, ya. Belum begitu banyak lho, orang yang jual Telur Mata Gajah ini. Dan tentunya, kalian juga bisa mengkreasikannya dengan menambahkan topping seperti mozarella, potongan sosis, daging ayam cincang, kornet, dan lain-lain. Intinya, sesuai selera dan sesuai budget! Hehehe.
Jadi, nggak ada alasan lagi yah untuk nggak bisa masak karena dari Kopi Travel Blog akan menyediakan resep-resep nikmat dan insha allah kalau dipahami dan dipelajari dengan baik, akan mudah dibuat.
Selamat mencoba dan selamat berkreasi!
Foto Telur Mata Gajah bersumber dari cookpad.com
