“Bidiklah sudut-sudut indah yang sayang sekali bila tak terdokumentasikan.”
Oleh Ziyad Ahfi
Seorang wisatawan asal Perancis menamai obyek wisata Cukang Taneuh yang terletak di Desa Kertayasa, Ciamis, Jawa Barat dengan Green Canyon. Karena air sungai yang jernih kehijauan, dihiasi lumut hijau bertebaran di sisi tebingnya, telah membuat Green Canyon menjadi salah satu primadona wisata di Jawa Barat, bahkan terkenal hingga ke mancanegara.
Tidak salah bila Indonesia ini dianugerahi pesona alam yang luar biasa indahnya. Potensi besar negeri zamrud katulistiwa ini bila dikelola oleh tangan yang tepat, tentu akan memberi sumbangsih yang nyata bagi peningkatan perekonomian warga.
Dari Green Canyon di Jawa Barat, mari kita menyeberangi Selat Sunda, dan melintasi lautan dan gugusan pulau-pulau kecil hingga menuju ke Pulau Andalas.
Syahdan, berdasarkan sumber penelitian dan bukti peninggalan sejarah, jauh di pelosok Sumatera, ada negeri yang telah meninggalkan jejak sejarahnya berupa Candi Muara Takus, yang sekarang berada di dalam wilayah Kabupaten Kampar, Riau. Tidak jauh dari Candi itu, ada sebuah obyek wisata yang mirip dan, tentu saja, tak kalah indahnya dengan Green Canyon, namanya Gulamo.

Gulamo, yang berlokasi di Desa Tanjung Alai, Kecamatan XIII Koto Kampar ini juga masuk ke dalam kawasan waduk PLTA Koto Panjang. Jika menggunakan kendaraan pribadi dari kota Pekanbaru, Ibukota Provinsi Riau, Anda akan membutuhkan waktu tempuh lebih kurang dua jam perjalanan. Bila di Green Canyon Anda akan menyusuri aliran sungai dengan menggunakan Ketinting, sejenis perahu modern dari kayu untuk sampai ke lokasi, begitu pula dengan petualangan menuju Gulamo.
Dari dermaga menuju Gulamo, Anda akan dibawa merasakan sensasi perjalanan dengan menaiki Pompong atau Ketinting dalam bahasa Sunda. Pompong akan membawa Anda menyusuri sungai. Sepanjang perjalanan nantinya Anda akan disuguhi oleh pemandangan pohon-pohon hijau menjulang di sepanjang tepi sungai. Jika beruntung, Anda bisa melihat beberapa satwa di sekitar sungai. Anda juga bisa menikmati air terjun yang turun dari sisi tebing.

Arman, Ketua Komunitas Peduli Wisata Alam Gulamo mengatakan bahwa Anda pasti akan takjub dengan keindahan alam yang ditawarkan oleh Gulamo. Gulamo ini seperti surga tersembunyi. Surga yang hanya kita temukan bila kita mau datang dan merasakan sendiri sebuah petualangan yang menakjubkan.
Jadi, lanjut Arman, jangan lupa menyiapkan kamera selama perjalanan menyusuri sungai. Bidiklah sudut-sudut indah yang sayang sekali bila tak terdokumentasikan. Dan, jangan lupa juga, siapkan plastik pelindung untuk barang-barang elektronik Anda, karena di Gulamo, Anda akan banyak berinteraksi dengan air. Bagi para wisatawan yang ingin berenang menikmati kesejukan dan kejernihan airnya, siapkan juga pakaian pengganti.
Untuk biaya ke lokasi obyek wisata Gulamo, wisatawan hanya mengeluarkan uang untuk sewa pompong sebesar 500 ribu rupiah dengan kapasitas 10 orang. Cukup murah, bukan? Dan Anda bisa merasakan suasana yang tenang dan jauh dari hingar-bingar beban pekerjaan sehari-hari. Anda tertarik untuk datang ke Gulamo? Silahkan hubungi narasumber kami, Arman, via ponselnya di 081378129265.

“Sudah banyak wisatawan lokal yang berkunjung ke Gulamo ini. Bahkan,” kata Arman, “ada juga yang dari Malaysia dan Arab Saudi sengaja datang kemari menikmati nuansa alam Gulamo nan eksotik. Namun, kami sangat berharap kepada pemerintah daerah, untuk bisa membantu pengembangan obyek wisata ini agar lebih maju lagi.”
Pembangunan sarana dan prasarana penunjang seperti dermaga, pompong, peralatan dan tenaga keselamatan, hingga mushola dan ruang ganti perlu dibantu oleh pemerintah daerah. Bahkan juga diperlukan pelatihan SDM yang memiliki wawasan untuk mengelola obyek wisata yang meraih Juara 3 Anugerah Pesona Indonesia (API) 2019 kategori Surga Tersembunyi Terpopuler ini, agar lebih profesional.
Foto-foto berasal dari dokumentasi Arman.
