kopi travel blog

jauh berjalan banyak dilihat

Ijtima’ Majelis Guru Sekolah Nankatsu Republik Santuy

Author : Ziyad Ahfi

Kepergian Ibu Kota hanya meninggalkan masker buat anak-anaknya, yang nantinya, akan mereka bawa saat berangkat menuju Sekolah Nankatsu sewaktu pagi menyongsong. Cuaca akhir-akhir ini penuh embun yang terbuat dari molekul asap hasil buangan knalpot kendaraan orang kaya yang rewel dan bawel. Karena melihat kondisi jauhnya jarak tempuh perjalanan menuju lokasi sekolah dan juga kantoran, menggunakan mobil dan sepeda motor adalah hak warga negara tentu saja.

Karena Sistem Zonasi pun sudah aktif diterapkan, jadilah ia alasan yang masuk di akal. Kebijakan tersebut tidak mengizinkan mereka mengenyam pendidikan di sekolah yang mereka ingini, yaitu sekolahan Toho, sekolah murah dengan segala siswa berandalnya.

Akhirnya teman yang mereka dapat di Sekolah Nankatsu adalah teman-teman pecinta sepak bola. Sebab Sekolah Nankatsu sangat terkenal lihai dalam bermain sepak bola. Beberapa kali menang sebagai juara. Sampai-sampai pepatah di tembok-tembok kelas menyatakan “bola adalah teman.” Mungkin ini adalah hasil dari didikan zonasi mentri negara Bikini Bottom pada waktu itu, yakni Tuan Krabs.

Seperti biasa, hari pertama sekolah sistem belajar-mengajar belum efektif. Para guru melaksanakan kegiatan rutin halal-bihalal dengan Kepala Sekolah. Ternyata yang dirapatkan bukan mengenai halal-bihalal. Melainkan melaksanakan kegiatan Ijtima’ Majelis Guru IV tentang usul berdirinya sistem sekolah yang berlandaskan ideologi surgawi.

Pada saat upacara berlangsung, Kepala Sekolah selaku Pembina Upacara membacakan beberapa poin penting hasil dari Ijtima’ Majelis Guru IV yang perlu semua murid dan wali murid ketahui, yakni sebagai berikut:

1. Sewaktu-waktu akan diadakannya sidak sita buku yang dianggap bertentangan dengan NKRI HARGA DISKON. Karena diskon harganya berat ke KIRI. Bukan ke KANAN. Sebab tidak menguntungkan bagi pihak sekolah.

2. Sewaktu-waktu Listrik akan dipadamkan karena kurangnya uang SPP murid untuk membayar token. Kalau mau pakai AC/kipas bawa sendiri-sendiri dari rumah.

3. Gaji para guru lulusan yang segar (fresh-graduate) Universitas Endonesa yang di atas 8 juta diperlakukan berbeda dengan yang di bawah 8 juta. Begitupun para Honorer. Cih, jangan berharap banyak. Apalagi berharap gaji pengangguran yang dijanjikan si Anu.

4. Bagi murid yang mengikuti Paskibraka. Dihimbau untuk menandatangani surat kesepakatan keikutsertaan dengan syarat siap dipukul dan ditendang. Sampai mati. (Nb: Murid yang cewe bebas pake rok atau celana, dibikin asik aja)

5. Diwajibkan kepada seluruh murid mengikuti kegiatan baris-berbaris untuk menumbuhkan jiwa pemerkosa. Khususnya jiwa pemerkosa kebebasan. Eh, maksudnya jiwa korsa.

6. Siswa/siswi tidak boleh membawa kendaraan apapun ke sekolah. Kecuali bagi yang membawa mobil esemka, mobil bayangan tanpa supir yang bisa jalan sendiri tanpa pertamax.

7. Bagi guru yang terlalu killer dalam menegakkan disiplin, maka secara diam-diam akan diteror oleh preman misterius. Harus siap menerima apapun resiko dan konsekuensinya. Sebagai contoh Pak Noval yang pernah menjadi korban.

8. Setiap kantin di sekolah ini hanya menyediakan nasi goreng. Dan satu-satunya kantin yang mendapat izin resmi dan berkekuatan hukum tetap, yaitu, “Warung Nasi Goreng Megapro”.

9. Dilarang keras untuk melakukan aksi demonstrasi di hari kamis. Karena Istana Boneka tidak menyediakan apa-apa selain di Dufan.

Setelah dibacakannya Program Kerja tahun ajaran baru yang di-ijtima’-i-kan dengan Majelis Guru itu pun menuai kritik dari berbagai kalangan.
Ada yang menyanggah perihal kenapa hanya sembilan poin saja. Kenapa tidak lima atau delapan.

Jawaban Kepala Sekolah mudah saja.
sebab sembilan poin itu menunjukkan bahwa ada sembilan cita-cita yang menjadi tolak ukur keberhasilan sekolah nanti kedepannya. Singkatnya disebut dengan Nawacita. Semacam Garis Besar Haluan Negara (GBHN). Tapi ternyata ini hanyalah Garis Besar Halusi Nasi (GBHN). Halusinasi saya setelah melihat kejadian beberapa lama ini. Perlunya disampaikan kepada khalayak ramai bahwa negara +62 ini adalah negara tersantai kedua di dunia.

Sekian. Terima apa aja yang penting ikhlas.

Ziyad Ahfi, Pemalas tapi bebas

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai